NHW #3 Matrikulasi IIP

6:34:00 AM

NHW #3 ini makin dalem-dalem banget deh kayaknya....ahahaha

1. Buat surat cinta tentang alasan kuat mengapa dia layak menjadi ayah dari anak-anak kita, berikan padanya dan lihat responnya.
Hmm...surat cintanya aku email aja deh, responnya nanti siang kita lihat yah...hahaha

2. Lihat anak anda dan tuliskan potensi  kekuatan diri mereka.
Anak pertamaku, Ahsan (3yo) dari kecil keliatan banget sih anaknya kinestetik, ngga bisa diem, lari-lari, loncat2 tanpa rasa lelah...selain itu anaknya kayaknya speakactive, ngomong terus...walaupun kadang ada yg aku sm suami suka desperate maksud dia apa klo lagi minta sesuatu misal film kartun yg ingin dia tonton...sekarang udah agak mendingan karena dia sudah bisa hafal dan ingat nama tokoh kartunnya. Misal beberapa kali aku kaget pas ahsan tau istilah paw patrol, mc queen, bumbble bee...bahkan dia hapal chikeleta (ayam yg ada di paw patrol), nyahahaha...
Kadang suka mikir, ini anak kok cerewet banget yaa kayak burung beo...perasaan emak sm bapaknya kalem *cuiih...hahahaha
Kalo diperhatikan, peningkatan perbendaharaan kata-katanya karena dia sering nonton film kartun, macem ipin upin, shiva, marsha and the bear...(iya, anakku diperbolehkan nonton, apalagi kalo saat aku dan ayahnya kerja, di rumah ya hiburannya cuma itu).
Jadi mungkin rupanya dia tipe pembelajar dengan gaya visual. 
Ya semoga aja dengan dia sekolah nanti kemampuan bicaranya itu bisa digabung sm rasa percaya dirinya.
Anak kedua, belum lahir...hehehe. Sekarang masih usia kandungan 7 bulan. Semoga juga bisa menjadi anak yang soleh seperti kakaknya. aamiin...

3. Cari kekuatan potensi diri, lihat kembali anak dan suami, baca kehendak Allah mengapa kita dihadirkan di tengah keluaga seperti ini dengan kekuatan potensi yang anda miliki.
Potensi gue apaan yaa??
Ahahahaha...
Saat ini sih rasanya cuma punya modal 1, aku orangnya emang suka belajar, apapun yang bisa nyenengin atau untuk berubah menjadi lebih baik. Kalo suami pernah bilang, karena dulu kita pernah sekelas pas kuliah, dia bilang aku orangnya tekun...tekun kalo lagi ngerjain sesuatu yang disukai sih tepatnya, atau keukeuh kalo lagi ngerjain/ngejar sesuatu itu harus tuntas, tas ,tas....
Lalu, kenapa aku hadir di tengah keluarga ini, dengan suami dan anak yang sekarang ada...
mungkin supaya aku menjadi istri dan ibu yang bisa terus memperbaiki diri, memperbaiki keluarga supaya dapat membangun peradaban dari dalam rumah. Menjadi keluarga sakinah, mawadah , warahmah sampai berkumpul di surga nanti..aamiiin

4. Lihat lingkungan dimana anda tinggal, tantangan apa saja kah yang ada di depan anda, adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini.
Oke, dalam hal ini aku membatasi lingkungan dimaksud dengan keluarga besar ya, bukan kepada lingkungan rumah.
Di keluarga besar, terutama keluargaku sangat banyak tantangan yang harus aku hadapi. Pertama dari segi cara berfikir dan juga pendidikan. Mungkin karena saat ini baru aku saja yang bisa sekolah sampai sarjana, sehingga pemikiran di keluarga besar masih cenderung konservatif alias kuno. Banyak hal selalu disambungkan dengan takhayul atau mitos-mitos yang tidak dapat diterima dengan akal. Hal ini yang harus aku luruskan supaya segala jenis perbuatan terutama yang tujuannya ibadah tidak menyerempet pada yang namanya syirik. Lalu tentang pendidikan, terutama pendidikan rumah tangga...duh, rasanya pengen gitu jadi contoh yang baik, yang mana dari keluargaku belum ada yang layak jadi contoh bagaimana kehidupan rumah tangga yang baik, bagaimana bisa membangun peradaban sementara kehidupan rumah tangga aja kacau balau.
Oleh karena itu, lewat IIP ini aku ingin belajar, bagaimana membangun keluarga yang baik sehingga dapat membangun peradaban yang baik, dan demi melahirkan keturunan yang lebih baik juga. 
Mulai dari diri sendiri, yang kemudian mudah-mudahan akan diikuti oleh suami dan anak, lalu keluarga besar lainnya. amiin

You Might Also Like

0 comments